Kartini: Pengabdian 23 Tahun sebagai Kader Posyandu

DSC_2791

Kartini kerap tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum, khususnya terkait kesehatan ibu dan anak (Foto: Wahyu Chandra)

Atas perjuangan R.A. Kartini dan sejumlah perempuan sebelum dan setelahnya perempuan Indonesia dapat berdiri secara sejajar dan bahkan melebihi apa yang dilakukan oleh kaum laki-laki.

Dalam hal meningkatkan derajad kesehatan ibu dan anak, peran perempuan bahkan lebih besar lagi. Tak jarang mereka harus berjuang tanpa pamrih dan tanpa imbalan yang memadai. Hanya sekedar untuk memenuhi panggilan hati.

Ini juga dialami dan dirasakan oleh Kartini Ismail, yang kebetulan namanya sama dengan R.A Kartini, yang menjadi symbol perjuangan perempuan Indonesia, yang dirayakan bersama hari ini 21 April.

Selama 23 tahun ini, Kartini aktif dalam berbagai aktivitas pelayanan masyarakat, termasuk menjadi kader posyandu di Puskesmas Cdendrawasih, Makassar, Sulawesi Selatan.

Selama 23 tahun berkiprah sebagai kader Posyandu, ibu 4 anak ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman hidup yang tak pernah didapatkannya di bangku sekolah.

Sebagai seorang kader posyandu, Kartini mendapat tugas penting. Ia harus membujuk warga, yang berada di wilayah binaannya untuk akrab dengan posyandu.

Sekilas, ini tugas yang sangat sepele. Namun tidak demikian bagi Kartini.

“Saya harus membujuk agar mereka mau ke posyandu,” katanya.

Meskipun posyandu telah tersedia di setiap kelurahan di Makassar, namun tantangan terbesar bagi petugas kesehatan adalah mengajak mereka berkunjung ke posyandu untuk mendapatkan faslitas dan pertolongan kesehatan.

Di sinilah Kartini berperan selaku kader posyandu. Diakuinya, kaum wanita di Makassar terutama yang tinggal di daerah pinggiran, sudah terbiasa hidup tanpa aktifi tas. Dan hal ini juga membuat mereka malas mengunjungi posyandu.

Menjadi seorang kader posyandu memberi kesempatan luas bagi Kartini untuk bergabung di organisasi lain.

Ia mengaku, pengalamannya di bidang organisasi membuat ia bisa diterima dalam setiap perkumpulan. Aktifitasnya ini pula yang membuat ia berbeda dengan ibu-ibu lainnya dan menjadikan ia kebanggaan keluarga, terutama bagi anak-anak dan suaminya.

“Anak-anak saya merasa bangga memiliki seorang ibu yang aktif dalam lingkungan sosial,” katanya.

Tak sekedar menjalankan tugasnya sebagai kader posyandu, Kartini juga memotivasi para perempuan untuk menjadi perempuan kuat.

Bagi Kartini, setiap perempuan harus mandiri dan tidak hanya bergantung kepada suami. Karena itulah, ia mengumpulkan ibu-ibu yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya dan mengajak mereka membuat usaha kecil-kecilan.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s